Ibadah Qurban: 3 Hikmah Qurban Dan Keutamaannya

Tidak lama lagi umat Islam di seluruh dunia akan menyambut Iduladha. Hari raya yang jatuh setiap 10 Dzulhijjah (70 hari setelah Idul fitri) ini juga dinamakan sebagai Lebaran qurban. Ya, pada hari tersebut muslim memang diperintahkan untuk menyembelih hewan ternak sebagai simbol ketaatan kepada Allah SWT.

Qurban sendiri berasal dari kata udhiyah yang bermakna menyembelih hewan qurban dengan niat mendekatkan diri kepada Tuhan. Hukum qurban adalah sunah muakkad (kecuali pendapat Imam Hanafi yang menyebut bahwa qurban hukumnya wajib bagi yang mampu).

1. Hikmah Qurban Dan Keutamaannya: Mensyukuri Nikmat Allah

Tentunya kamu sudah tahu bahwa kita semua sangat disarankan untuk mensyukuri setiap nikmat yang telah diberikan Allah pada kita. Salah satu bentuk wujud syukur tersebut adalah dengan Qurban. Hal ini juga dilakukan agar kita semua yang beragama muslim ingat akan nikmat-nikmat Allah kepada Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. Selain untuk mensyukuri nikmat Allah, menyembelih hewan qurban juga akan mengajarkan kita semua untuk menjadi pribadi yang sabar dan penuh penerimaan.

2. Hikmah Qurban Dan Keutamaannya: Memperbanyak Rizki

Allah telah berjanji bahwa siapa yang mau berbagi, bersedekah dan membuat orang lain bahagia, Ia akan melimpahkan rizki untuknya dan juga pahala yang tak terhingga. Seseorang yang mau dengan ikhlas menyembelih hewan qurban, ia pun akan dicintai oleh Allah. “Tidaklah manusia melakukan amal di hari nahr (Hari Raya Idul Adha) yang lebih dicintai Allah dibanding memotong hewan qurban. Sesungguhnya, ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu dan telapak kakinya. Sesungguhnya, sebelum darahnya jatuh ke tanah, ia telah sampai kepada Allah. Mari dari itu, tunaikanlah dengan jiwa yang senang.” (HR. Tirmidzi).

3. Hikmah Qurban Dan Keutamaannya: Berbagi Dengan Sesama

Keutamaan selanjutnya dari menyembelih hewan qurban adalah agar kita semakin ikhlas untuk berbagi dengan sesama. Allah SWT selalu menganjurkan hambanya untuk mau saling berbagi rizki dan kebahagiaan dengan sesama. Dan ketika kita mau melakukannya, kita pun akan diberikan pahala yang berlipat ganda. Kita pun bisa merasa lebih dekat dengan semua orang juga dengan sang pencipta.

Ada beberapa dalil yang menjadi dasar syariat diperintahkannya ibadah qurban kepada umat Islam, baik dari Al-Qur’an, hadits nabi, maupun ijma (pendapat ulama). Dalil qurban yang pertama adalah QS. Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya: “Maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Berdasarkan kitab Almufashshal fi Ahkamil Udhiyah yang ditulis oleh Dr. Hisamuddin, Imam Qatadah, Atha’ dan Ikrimah mengatakan bahwa perintah berqurban pada ayat di atas ditujukan pada hari raya Iduladha. Di samping surat Al-Kautsar, anjuran berqurban juga terdapat dalam QS. Al-Hajj ayat 34 yang berbunyi:

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ

Artinya: “Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.”

Ayat tersebut diperkuat oleh lanjutan firman Allah QS. Al-Hajj 36-37:

“Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *